Kelompok Parit Segagah, di Desa Kelapapati, berjibaku memulihak mangrove di Bengkalis selama 14 tahun.
Perjalanan Kelompok Parit Segagah tidak mudah. Berbagai kepentingan dari luar menggerogoti semangat para anggota. Sejumlah tawaran untuk mengeksploitasi kawasan dengan tambak udang dan bahan baku kayu arang, menuai perdebatan di dalam. Alhasil, satu per satu keluar memisahkan diri.
Parit Segagah mengelola kawasan mangrove yang membentang dari pinggir jalan desa hingga lebih kurang 650 meter ke laut. Setelah 14 tahun, kawasan yang dulu nyaris tandus dan menyeret banjir ke daratan, kini padat tegakan pohon.
Kelompok Parit Segagah telah berkontribusi pada upaya menahan laju perubahan iklim. Sebuah studi yang dipublikasi dalam Jurnal Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Riau menghitung nilai serapan CO2 ekosistem mangrove Desa Kelapapati sebesar 195,13 ton CO2/hektar. Sementara nilai ekonomi serapan CO2 di kawasan tersebut mencapai Rp268,3 juta/tahun atau Rp29,8 juta/hektar/tahun.