Kelompok Paghet Seghagah dibentuk oleh masyarakat dan pemuda lokal yang menyadari pentingnya menjaga hutan mangrove dalam upaya melindungi garis pantai dari ancaman abrasi. Kesadaran itu tumbuh dari pengalaman langsung melihat garis pantai yang terkikis ombak, sehingga mendorong warga untuk bergerak dan membangun gerakan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal ini.